Pasar Berharap Kasus Century Dapat Happy Ending

Pasar Berharap Kasus Century Dapat Happy Ending

- detikFinance
Sabtu, 27 Feb 2010 17:35 WIB
Pasar Berharap Kasus Century Dapat Happy Ending
Jakarta - Para pelaku pasar dan investor asing berharap Kasus Bank Century berakhir dengan baik atau mendapat happy ending. Salah satu skenario happy ending tersebut adalah Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani bisa tetap menjabat posisinya saat ini.

"Sejauh ini pasar masih menebak-nebak arahnya yang belum begitu jelas. Namun saya menangkap kesan, bahwa pasar menghendaki skenario happy ending, berupa Boediono dan Sri Mulyani tetap di posisi masing-masing," kata Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Tony Prasetyantono saat dihubungi detikFinance, Sabtu (27/2/2010).

Menurutnya, saat ini pasar menganggap kebijakan bailout Century merupakan tindakan yang benar, dan terbukti berhasil menyelamatkan sektor finansial Indonesia. Tony menambahkan, persepsi investor asing juga mengatakan bahwa stabilitas sektor finansial Indonesia merupakan daya tarik utama yang menyebabkan derasnya capital inflow saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena itu jika kasus Century berujung sad ending berupa pelengseran Boediono dan Sri Mulyani, saya yakin akan terjadi respons negatif," jelasnya.

Salah satu respon negatif yang pertama kali diambil oleh investor asing adalah melakukan penarikan dana habis-habisan ke luar negeri. "Persepsi pasar akan terus negatif. Saya sangat meyakini ini, berdasarkan suara-suara di pasar uang selama ini," ungkapnya.

Secara terpisah, Ekonom Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, investor asing sepertinya sudah memiliki antisipasi mengenai hal terburuk dari keputusan Pansus Century nanti. Dengan begitu raksi negatif yang terjadi di pasar tidak akan berlangsung terlalu lama.

"Yang lebih penting justru stabilitas politik akibat pansus ini. Kalau investor melihat stabilitas politik dapat terjaga maka reaksi negatif investor hanya akan berumur pendek," katanya saat dihubungi detikFinance.

Sebaliknya, lanjut dia, bila politik dianggap kurang stabil dan dapat mengganggu jalannya program program pembangunan, maka reaksi negatif pasar dapat berlangsung lama. Menurut Purbaya, yang terpenting setelah pansus ini, pemerintah harus menunjukkan bahwa program pembangunan tidak terganggu.
(ang/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads