"Suku bunga kredit sudah jauh turun, khususnya di bank-bank BUMN dan kami sendiri saja sudah turun sampai 200 bps. Mau turun sampai berapa lagi?," ujar Sofyan ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Minggu (28/02/2010).
Ia mengatakan, semua kalangan yang mendesak untuk menurunkan suku bunga kredit harus jelas dan spesifik karena suku bunga kredit di masing-masing bank berbeda-beda dan tergantung dari jenis kreditnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan menambahkan kalangan pengusaha sejauh ini tidak ada yang mengeluhkan mengenai suku bunga yang ditetapkan oleh BRI. "Soal suku bunga kredit BRI, pengusaha sendiri tidak ada komplain kepada kami jadi dicek dulu bank mana dan mungkin saja itu isu," tegasnya.
Sementara itu Direktur Keuangan BRI Sudaryanto Sudargo mengatakan suku bunga kredit BRI telah turun sejak bulan Juni 2009 sebesar 200 bps. "Suku bunga kredit kami sudah turun 3 kali sejak Juni 2009. Kisaran bunga kredit kita berada di 12%," tambahnya.
Karena, lanjut Sudaryanto suku bunga kredit berbeda-beda. "Korporasi saja suku bunga kreditnya sebesar 12% tetapi ada juga yang 9,75% di segmen lain.
Tergantung masing-masing segmennya," tambahnya.
Beberapa hari lalu, kalangan perbankan nasional termasuk pemerintah dan swasta melakukan pertemuan dengan BI bersama Menteri Perindustrian dan Menteri BUMN di kantor BI untuk mendesak penurunan suku bunga kredit perbankan nasional. Hasilnya BI dan perbankan sepakat menurunkan suku bunga kredit secara bertahap hingga akhir tahun 2010, meski belum sampai 1 digit.
Dalam kesempatan yang sama juga Menteri BUMN Mustafa Abubakar meminta agar masalah penurunan suku bunga kredit harus berjalan seirama antara bank-bank yang berbasis pemerintah maupun swasta. Jika penurunan suku bunga kredit hanya dilakukan oleh bank pemerintah, Mustafa menganggapnya tidak fair.
(dru/hen)











































