Hal tersebut tidak diperoleh begitu saja, namun terjadi karena ada upaya desakan yang cukup kuat dari dirinya selaku menteri perindustrian maupun perwakilan dari dunia usaha, termasuk Bank Indonesia (BI) dan Menteri BUMN.
"Kalau saya dan BI dan Menneg BUMN nggak mendesaknya, mungkin nggak ada pergerakan turun," tegas Hidayat saat dihubungi detikFinance, Minggu (28/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hidayat, upaya komitmen penurunan bunga sepanjang 2010Β yang ditargetkan 11%, meski belum seluruhnya ke angka 1 digit perlu diapresiasi, pasalnya bunga kredit sekarang ini masih mencapai 16%.
"Kalau bisa 11% sudah baik dibandingkan sekarang maksimal 16%," katanya
Hidayat menambahkan, berdasarkan informasi yang ia peroleh, nasabah prioritas atau nasabah primer bakal mendapatkan suku bunga yang lebih miring. Meski dari komitmen sebelumnya dari hasil pertemuan antara Menperin, Menteri BUMN dan BI beberapa hari lalu (Rabu, 24/2/2010) disepakati penurunan suku bunga secara umum belum mencapai satu digit hingga akhir tahun 2010.
"Bagi prime customer katanya bisa 10% atau sedikit dibawahnya," ujarnya. (hen/dru)











































