"Bukopin kan sudah janda, Pak Kopin nya sudah enggak ada. Jadi ini wacana, daripada diambil asing kan lebih baik diambil pemerintah," kata Direktur Utama BRI Sofyan Basir usai rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/3/2010) malam.
Menurutnya, banyak profesional Indonesia yang berada di bank tersebut, sayang sekali jika sampai harus dikeluarkan jika bank tersebut diambil alih oleh asing. Bukopin sendiri berencana menggelar penawaran saham baru atau right issue.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya boleh. Tergantung pemiliknya lah. Sekarang baru ngobrol-ngobrol," ungkapnya.
Perseroan sudah menyiapkan dana sebanyak Rp 2 triliun untuk melakukan akuisisi terhadap 2 bank tahun ini. Sofyan menilai, dana tersebut akan mencukupi kebutuhan akuisisi itu.
"Insya Allah cukup. Kita harus mayoritas, kalau enggak mayoritas enggak jadi di dua-duanya," ujarnya.
Selain Bukopin, BRI juga tengah membidik satu bank lain, yaitu PT Bank Agroniaga Tbk. Perseroan berharap bisa memperluas jaringannya hingga ke sektor pertanian dengan mengakuisisi bank swasta tersebut.
(ang/qom)











































