Demikian disampaikan Direktur BCA Suwignyo Budiman dalam acara konfrensi pers Gebyar Tahapan BCA periode I (Maret-Juni 2010) di hotel Kempinski Jalan MH Thamrin Jakarta Selasa (2/3/2010).
"DPK akan tumbuh sekitar 10%. Porsinya masih terbesar di tabungan 50%, Giro 25-30% dan deposito 30%," papar Suwignyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mesin EDC kita ingin naik dua kali lipat. Kantor cabang juga kami harapkan bertambah hingga mencapai 900 KCP, dari posisi terakhir 862 KCP," paparnya.
Disamping itu, perseroan juga menjelaskan bahwa penggunaan layanan perbankan klik BCA di tahun 2010 diperkirakan akan meningkat 15% dari sisi volume. Ini setara dengan Rp 138 triliun per bulannya. Layanan masih didominasi oleh nasabah korporasi yang mencapai Rp 110 triliun per bulan.
"Pertumbuhan kami secara rata-rata 10-15%, dari yang kami capai tahun lalu Rp 120 triliun (per bulan)," ucap Chief Manager Divisi Pengembangan Dana dan Jasa BCA Ina Suwandi.
Lanjutnya, pemanfaatan layanan klik BCA memang terpantau terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini seiring dengan semakin maraknya layanan internet banking yang disediakan perbankan, guna memanjakan nasabah.
Namun pemanfaatan layanan Klik BCA masih didominasi oleh nasabah korporasi. Sisanya, layanan digunakan oleh nasabah ritel.
"Korporasi lebih menganggap transaksi ini lebih mudah dan efisien. Dan volume mereka kan rata-rata besar, jadi wajar secara volume nilainya besar," ujarnya.
Sedangkan untuk layanan lainnya, yang disiapkan BCA seperti kartu ATM dilaporkan volume transaksinya mencapai Rp 70 triliun per bulan. Penggunaan debit sendiri sampai akhir tahun mencapai Rp 3 triliun per bulan, dan m-BCA Rp 11 triliun per bulan, dan flash card Rp 20 miliar per tahun.
(wep/dro)











































