"Itu yang kita khawatirkan, kasus Bank Century yang tidak ada ujungnya sehingga membuat sebuah ketidakpastian baru," ujar Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Selasa (02/03/2010).
Sigit menjelaskan, saat ini ekspansi bisnis sektor perbankan mengalami perlambatan karena kasus Bank Century.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sikap wait and see tersebut, lanjut Sigit, kredit pun ikut terhenti sehingga pengucurannya tidak sesuai harapan. Sigit berharap meskipun proses politik ini penting, namun pertumbuhan ekonomi tidak dilupakan.
"Walapun proses politik penting bagi sebuah negara, namun jangan lah melupakan sektor ekonomi. Kita termasuk tiga negara dimana pertumbuhan ekonominya positif saat terjadi krisis global. Jadi jangan sampai kita kehilangan kesempatan emas dan momentum sektor ekonomi yang baik di 2010," paparnya.
Perbanas mengharapkan, apapun nantinya kesimpulan dari DPR terkait Century tidak akan berlarut-larut sehingga mengganggu sektor ekonomi.
"Ketakutan para bankir sudah mulai terlihat ketika media-media di luar negeri mulai memberitakan mengenai kondisi politik yang tidak kondusif. Sehingga kalau kita tidak hati-hati dalam mengelola politk maka tahun 2010 akan menjadi missing year yang sangat merugikan sekali bagi sektor ekonomi," katanya.
Seperti diketahui, paripurna DPR yang salah satu agendanya membacakan kesimpulan Pansus Hak Angket Bank Century harus berakhir dengan kisruh. Kekisruhan terjadi setelah Ketua DPR Marzuki Alie secara sepihak menutup sidang paripurna. Kericuhan berawal saat Marzuki tidak mengubris interupsi yang mengusulkan sidang paripurna digelar sekali saja.
Marzuki tetap mendasarkan pada hasil keputusan bamus yang mengatakan agenda paripurna hari ini hanya satu, mendengarkan penyampaian hasil Pansus Century.
(dru/qom)











































