"Keputusan dipandang masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi 2010 dan 2011 sebesar 5 plus minus 1%. Serta masih kondusif bagi upaya memperkuat proses pemulihan perekononomian, stabilitas keuangan, serta intermediasi perbankan," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI Difi A. Johansyah dalam siaran pers, Kamis (4/3/2010).
Perbaikan kinerja sektor eksternal tersebut juga tercermin pada surplus transaksi berjalan pada neraca pembayaran indonesia yang cukup besar. Arus Modal luar negeri yang masuk juga relatif besar sejalan dengan cukup kuatnya keyakinan investor internasional terhadap kondisi fundamental perekonomian yang membaik
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan keputusan ini, maka BI Rate selama 7 kali berturut-turut terus ditahan mencapai 6,5%.
BI Rate pertama kali ditetapkan 6,5% pada Agustus 2009, lalu terus ditahan hingga Maret 2010.
(dnl/qom)











































