"Mudah-mudahan tidak bermasalah (terhadap rupiah). Gejolak juga tidak," kata Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (8/3/2010).
Menurutnya, hal itu bisa mempengaruhi rupiah dan suku bunga jika Bank Indonesia menarik terlalu banyak likuiditas yang beredar di pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulai bulan Juni 2010, BI hanya akan menggelar lelang SBI sebulan sekali. Sebelumnya BI menggelar lelang SBI setiap seminggu sekali dan melakukan penyerapan ekses likuiditas rupiah dengan lebih mengutamakan kepada SBI 3 bulan dan SBI 6 bulan.
Menurutnya, dengan adanya perubahan tersebut, akan ada beberapa penyesuaian yang dilakukan oleh BI, diantaranya adanya penyesuaian tanggal pelelangan.
"Jadi jangan kaget nanti ada pelelangan yang 30 hari jadi 37 hari, yang 3 bulan juga. Nanti menyesuaikan jatuh temponya," ujarnya.
Seperti diketahui, Mulai bulan Juni 2010, BI hanya akan menggelar lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebulan sekali. Sebelumnya BI menggelar lelang SBI setiap seminggu sekali dan melakukan penyerapan ekses likuiditas rupiah dengan lebih mengutamakan kepada SBI 3 bulan dan SBI 6 bulan.
Pjs Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, pelaksanaan lelang dari mingguan menjadi bulanan diharapkan dapat mendorong bank mengelola likuiditasnya dalam rentang waktu yang lebih panjang.
(ang/qom)











































