Demikian disampaikan oleh Direktur Utama BTN Iqbal Latanro dalam paparan kinerja BTN di Kantor Pusat BTN, Jakarta, Senin (8/3/2010).
"Rasio keuangan BTN dapat dipelihara dengan baik oleh manajemen walaupun kondisi makro ekonomi 2009 berada dalam posisi kurang kondusif. Ini dapat dilihat dari adanya likuiditas yang ketat yang mengakibatkan bank perlu waktu untuk penyesuaian suku bunga kredit. Akibatnya dalam kondisi itu profitabilitas bank tertekan. Namun BTN bisa menjaga rasio keuangannya tetap sehat," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pencapaian ini karena adanya ekspansi kredit perseroan selama 2009 yang mencapai Rp 16 triliun," ujar Iqbal.
Meskipun ekspansi kredit perseroan tinggi, namun rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) sampai akhir 2009 berhasil dijaga sebesar 2,7% (NPL Net).
Sementara itu untuk rasio kecukupan modal (CAR) perseroan di akhir 2009 mencapai 20,7% dengan Net Interest Margin 4,7%.
(dnl/qom)











































