Premi Manulife Tumbuh 7% di 2009

Premi Manulife Tumbuh 7% di 2009

- detikFinance
Selasa, 09 Mar 2010 11:43 WIB
Jakarta - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife) mencatat pertumbuhan premi sebesar 7% atau Rp 3,008 triliun di 2009, dibandingkan tahun 2008 yang sebesar Rp 2,811 triliun.

Sementara itu, total dana kelolaan Manulife tumbuh pada tahun 2009 tumbuh 26% menjadi 11,281 triliun dari tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 8,965 triliun.

Demikian diungkapkan oleh Presiden Direktur Manulife David Beynon dalam konferensi pers paparan kinerja keuangan Manulife di Kantornya, Gedung Sampoerna Strategic, Jakarta, Selasa (09/08/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun 2009 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi seluruh industri. Meski menghadapi ketidakpastian ekonomi, kami tetap positif dan fokus serta senantiasa menumbuhkan bisnis kami. Kami yakin bahwa kondisi ekonomi akan menjadi lebih baik tahun ini," ujar David.

Manulife juga mencatat premi lanjutan selama tahun 2009 adalah Rp 2,037 triliun atau naik sebesar 17% dari Rp 1,741 triliun pada tahun 2008.

Sementara itu untuk total premi bisnis baru (berdasarkan Annual Premium Equivalent) meningkat 60%, dari Rp 318,742 miliar di 2008 menjadi Rp 508,568 miliar di tahun 2009.

"Untuk total dana kelolaan untuk tiga lini bisnis yakni asuransi jiwa, pensiun, dan reksadana tumbuh sebesar 41%, dari Rp 15,709 triliun pada akhir 2008 menjadi Rp 22,187 triliun pada akhir 2009. Sementara itu jumlah agen dan nasabah masing-masing meningkat 5%, dari 4.502 agen di 2008 menjadi 4.717 agen pada 31 Desember 2009 dan dengan jumlah nasabah di akhir 2009 mencapai 2 juta orang," papar David.

Untuk Risk Based Capital (RBC) di tahun 2009, lanjut David, tercatat sebesar 205% atau jauh dari rasio minimum yang ditetapkan pemerintah.

Dalam paparan kinerja kali ini, Manulife juga memperkenalkan fasilitas "cashless" baru bagi pemegang polis kesehatan individu.

"Fasilitas ini merupakan manfaat istimewa yang ditawarkan oleh Manulife dan PT Global Assistance Management Indonesia (GAMI) sebagai third party administrator untuk menerima pengobatan rawat inap tanpa harus membayar terlebih dahulu kepada pihak rumah sakit," ujar Senior Vice President, Chief Actuary and Pricing Officer Manulife Indonesia Hans de Waal ditempat yang sama.

Hans menambahkan, melalui kerjasama ini pemegang polis akan mendapatkan manfaat dari fasilitas cashless di 500 jaringan rumah sakit di seluruh Indonesia.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads