Uji kepatutan dan kelayakan (Fit and Proper test) direncakan akan digelar melalui Komisi XI DPR pada awal April 2010 nanti, setelah DPR selesai reses.
Dari nama-nama calon Deputi Gubernur BI tersebut, salah satunya ditetapkan Mantan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Krisna Wijaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya esensinya lebih kepada metode dan teknis pengawasan saja," ujar Krisna ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Rabu (10/03/2010).
Krisna mengibaratkan, jika terpilih sebagai Deputi Gubernur BI bidang pengawasan bank, maka nantinya dirinya akan menjadi wasit yang juga mantan pemain. Sehingga ia bisa memiliki intuisi mengenai apa saja yang harus diawasi di masing-masing bank.
"Jadi sifatnya tidak generik dan lebih kepada individual banknya," ungkap pria jebolan IPB ini.
Menurut Krisna, alasannya untuk lebih fokus kepada individual masing-masing bank karena memang semua bank mempunyai karakteristik dan gaya manajemen yang khas.
"Jadi memang tidak bisa dengan pendekatan generik dalam pengawasannya," tuturnya.
Krisna Wijaya merupakan Pemimpin pertama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun ia memilih mundur dari jabatan Kepala Eksekutif karena ingin mengejar target menjadi dokter dibidang mikro banking.
Krisna seharusnya masih mengemban Kepala Eksekutif LPS hingga 22 September 2009. Praktis mantan direktur BRI ini hanya bertugas selama dua tahun di LPS sejak sejak tanggal 22 September 2005 yakni saat LPS resmi beroperasi pertama kali.
Selain Krisna, Presiden juga menunjuk Calon-calon lainnya yakni Halim Alamsyah yang saat ini menduduki Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan dan Perry Warjiyo dari internal Bank Indonesia.
(dru/qom)











































