Deputi ini rencananya akan segera dipilih satu bulan mendatang setelah DPR menyelesaikan masa resesnya, setelah sebelumnya BI mengusulkan 3 nama calonnya.
DPR yang berwenang untuk memilih dan melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) juga telah mendapatkan surat resmi dari Presiden mengenai calon-calon yang akan menempati jabatan yang saat ini masih dipegang oleh Siti Chalimah Fadjrijah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekonom Kepala PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Tony Prasetiantono berpendapat bahwa Pery Warjiyo dan Halim Alamsyah adalah dua kader BI yang terbaik saat ini.
"Mereka paling senior, pangkatnya sudah mentok sebagai Direktur yang paling tinggi grade-nya," ujar Tony kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (11/03/2010).
Bahkan, lanjutnya Perry pernah bertugas menduduki jabatan di International Monetary Fund (IMF). "Kedua orang ini sudah tidak diragukan kapabilitasnya," tambahnya.
Namun Tony berpendapat, karena posisi yang akan ditempati adalah pengawasan dimana BI baru terkena "badai Century" maka pos ini paling cocok diberikan kepada bankir komersial (commercial banker).
"Dimana orang tersebut yang berpengalaman dan yang bisa mengendus lebih cepat ketika terjadi ketidakwajaran pada bank umum yang diawasi," ungkap Tony.
Jadi, Tony menilai sosok Krisna Wijaya yang menurutnya lebih cocok untuk menggantikan Siti Chalimah Fadjrijah. "Perry dan Halim saya duga akan mengisi formasi Deputi Gubernur berikutnya yang nanti akan expired (habis masa jabatannya)," jelasnya.
Lebih lanjut Tony memaparkan, tantangan terbesar BI memang terdapat pada pengawasan bank. Terlebih sesudah kasus Century dan menjelang terbentuknya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhir 2010 ini.
"Maka Krisna Wijaya yang nantinya harus berkontribusi signifikan dalam aspek ini," tutup Tony.
(dru/qom)











































