Demikian disampaikan oleh Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Halim Alamsyah kepada detikFinance, Kamis (11/3/2010).
"Di dalam industri keuangan gaji harus jadi prioritas. Itulah overhead cost ini, dan satu hal diperhatikan selama ini, masa transisi cukup panjang itu overhead cost yang tinggi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah meneliti juga biaya-biaya mana yang diusahakan agar tingkatnya overhead cost bisa lebih efisien. Makanya kita akan terus mendorong agar himpunan-himpunan Bankir lokal ditambah. Masyarakat bankir dibina kompetensinya. dampak bagusnya akan ada lagi," katanya.
Semua biaya-biaya yang masih tinggi ini jadi faktor utama perbankan masih sulit menurunkan tingkat bunga kreditnya. Halim mengatakan, secara makro, suku bunga kredit bank masih tinggi.
"Dengan inflasi di bawah 4%, maka bunga kredit di 12%-13% masih tinggi. seharusnya jika inflasi 4% maka suku bunga kredit 8%-9%. Itu kan menghitungnya dengan mengurangkan suku bunga kredit nominalnya dan inflasi," tuturnya.
"Ke depan dilihat inflasi 5 plus minus 1%, maka suku bunga kredit harusnya di posisi 7%-8%. Jadi saya kira masih ada ruang penurunan suku bunga kredit," tutup Halim.
(dnl/dnl)











































