Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Peruri Junino Jahja usai penandatangan pemberian fasilitas kredit oleh BNI di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Jumat (12/03/2010).
"Kita akan memproduksi uang kertas sejumlah 7,2 miliar bilyet tahun 2010. Pesanan BI sendiri sejumlah 6,6 miliar, sisanya produksi untuk pesanan negara luar," tutur Junino.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain uang kertas, Peruri juga mencetak uang logam untuk produksi domestik sebanyak 1,6 miliar keping. "Itu juga sesuai dengan pesanan BI. Dan untuk Mauritius kita mencetak 32 juta keping uang logam," ungkap Junino.
Peruri pada tahun 2010 akan mengembangkan anak usahanya yang bergerak di produksi tinta, kertas, dan usaha IT Security.
"Nantinya ketiga anak usaha tersebut akan memproduksi paspor nasional dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Peruri menginvestasikan sekitar Rp 800 miliar kepada tiga anak usahanya," jelas Junino.
Peruri merupakan perusahaan pelat merah yang bertugas untuk mencetak uang rupiah baik kertas maupun logam bagi Republik Indonesia. Sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 32 tahun 2006. Selain mencetak uang rupiah Republik Indonesia Peruri juga mencetak produk sekuriti lainnya, termasuk cetakan kertas berharga non uang dan non logam.
(dru/dnl)











































