Uji kepatutan dan kepatutan (fit and proper test) direncanakan akan digelar melalui Komisi XI DPR pada awal April 2010 nanti, setelah DPR selesai reses.
Salah satu calon Deputi Gubernur tersebut adalah Direktur Riset Kebijakan Moneter Perry Warjiyo. Dirinya akan mendesak penegakan ketentuan dalam bidang pengawasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, lanjut Perry, yang perlu dilakukan dalam penegakan ketentuan tersebut yakni ada beberapa teknik yang harus diperbaiki.
Perry memaparkan beberapa langkah konkrit untuk penegakan ketentuan :
- Perlu review ketentuan yang ada, supaya ada kejelasan rule of game. Mana ketentuan yang tak bisa ditawar dan mana ketentuan yang adjustment diskresi bisa dilakukan.
- Adanya kejelasan proses pengambilan keputusan, di antara Pengawas, Direktur dan Dewan Gubernur. Kewenangan tersebut harus jelas serta proses bisnis yang harus jelas.
- Perlunya motivasi ke pengawas untuk penegakan ketentuan. Selama ini BI didera berbagai hal maka harus jadi pompa motivasi. Pengawas yang menegakkan ketentuan harus
- diapresiasi dan dimotivasi.
Intinya jika memang terpilih, Perry akan dilakukan sebuah reformasi. "Bahwa BI harus bisa berikan signal dimana kita bisa berubah, we are reforming. Kita akan tunjukkan kita berubah dan tunjukkan mana perbankan yang baik dan mana yang kurang baik. sinyal itu harus dilakukan," ungkapnya.
Meskipun rekam jejaknya adalah di bidang kebijakan makro ekonomi dan moneter, dengan penuh percaya diri Perry berani untuk bersaing memperebutkan kursi Deputi Gubernur di bidang pengawasan perbankan.
"Bukan saya tidak tahu prinsip dasar pengawasan. Background saya juga keuangan, saya juga pernah di IMF yang aspeknya menyangkut aspek keuangan," kata Perry.
Karir Perry di Bank Indonesia dimulai sejak tahun 1984 sebagai staff perencanaan kredit. Sebelumnya, pria lulusan Universitas Gajah Mada jurusan akuntansi ini juga pernah bekerja di dunia akunting sebagai akuntan publik.
Pada tahun 1991, Perry memfokuskan studinya di bidang Moneter dan Keuangan dengan mengambil tingkat Master di Universitas Iowa di Amerika Serikat.
Ia juga sempat menjabat sebagai staf Gubernur Bank Indonesia dan menduduki salah satu jabatan di International Monetary Fund (IMF) menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Terakhir, Perry mengambil program Doktor (S3) bidang Ekonomi dan Moneter yang juga di Universitas Iowa.
(dru/dnl)











































