"Total surat utang pemerintah yang akan jatuh tempo tahun ini sebesar Rp 70,57 triliun," ujar Kasubdit Pengembangan Syariah Ditjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Langgeng Basuki disela acara restorasi habitat Badak Cula Satu di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, Senin (15/3/2010).
Sebelumnya Langgeng menyatakan nilai surat utang pemerintah yang jatuh tempo di 2010 sebesar Rp 104 triliun. Namun dalam klarifikasinya, ia mengakui telah terjadi kesalahan dalam menyebut angka surat utang jatuh tempo pemerintah di 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Defisit APBN tahun 2010 diperkirakan 1,6% dari PDB, sedangkan penerbitan surat utang netto sekitar 1,7% dari PDB," ujarnya.
Menkeu Sri Mulyani sebelumnya sudah mengatakan, untuk RAPBN 2010 defisit akan dinaikkan menjadi 2,1% dari PDB.
Langgeng mengatakan, hingga 11 Maret 2010 pemerintah telah menerbitan surat utang sebesar Rp 59,25 triliun. Untuk mencapai target, pemerintah masih harus menerbitkan surat utang sebesar Rp 115,72 triliun.
"Kami masih memiliki banyak opsi untuk mencapai target penerbitan surat utang tahun ini seperti melalui samurai bond, sukuk dolar dan sebagainya," ujarnya.
Sayangnya ia tidak menyebutkan detil besaran masing-masing surat utang yang akan diterbitkan tahun ini.
(dro/qom)










































