Tahun 2010, Allianz Indonesia menargetkan pertumbuhan premi asuransi mikro sebesar 198% atau sebesar Rp 28,3 miliar.
Demikian dikatakan Presiden Direktur Allianz Life Indonesia, Jens Reisch dalam jumpa pers di Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (17/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jens menambahkan, premi asuransi mikro Allianz telah berkembang lebih dari enam kali lipat secara rata-rata dalam tiga tahun terakhir. "Kami baru memulai bisnis asuransi mikro kami di 2006, namun kini 19% dari jumlah tertanggung kami berasal dari asuransi mikro," ungkapnya.
Direktur Allianz Life Indonesia Handojo Kusuma mengatakan untuk meningkatkan serta mencapai target di 2010 Allianz Indonesia saat ini bermitra dengan 3 bank komersial dan 20 Lembaga Keuangan Mikro (LKM) seperti Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan koperasi kredit.
"Kita bisa melayani pasar saat ini dengan cara paling efektif jika bekerjasama dengan mitra yang telah memiliki pengalaman di segmen ini," kata Handojo.
Asuransi Pendidikan Mikro Ala Allianz
Tahun 2010, Allianz akan merencanakan untuk meluncurkan asuransi pendidikan mikro. Rencananya di semester II-2010 produk tersebut sudah akan berada di pasaran.
Dikatakan lebih lanjut oleh Jens Reisch, produk asuransi ini akan memberikan kesempatan kepada keluarga ekonomi lemah untuk merencanakan biaya pendidikan anak-anaknya dalam jumlah tertentu dan pada saat yang sama tetap mendapat manfaat perlindungan asuransi jiwa dan perlindungan tambahannya.
"Proyek asuransi mikro pendidikan baru ini adalah rencana aksi kami untuk terus mengembangkan asuransi mikro di tahun ini. Kami juga akan menambah mitra distribusi dari 23 mitra saat ini hingga 34 mitra sampai dengan akhir tahun 2010," jelasnya.
Selain itu, lanjut Jens, Allianz berharap pada tahun 2010 dengan adanya asuransi pendidikan mikro maka ditargetkan jumlah total pemegang polis menjadi 515.000 untuk asuransi mikro sampai dengan akhir tahun.
"Proyek asuransi mikro pendidikan ini, akan bekerjasama dengan Mitra Masyarakat Sejahtera-Vision Fund sebagai mitra percontohan. Selama kemitraan percontohan ini mitra lokal yang merupakan bagian dari World Vision Indonesia akan mengorganisir distribusi di Jakarta, Surabaya dan Pontianak," papar Jens.
(dru/dnl)











































