RI Tak Tertarik Tambah Plafon Samurai Bond

RI Tak Tertarik Tambah Plafon Samurai Bond

- detikFinance
Senin, 22 Mar 2010 19:14 WIB
Jakarta - Pemerintah belum berniat menambah skema penerbitan Samurai Bond seperti yang ditawarkan pemerintah Jepang. Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto mengatakan pemerintah masih perlu merundingkan lagi soal tambahan pinjaman.

"Sementara yang diterbitkan pemerintah dalam 2 tahun ini masuk dalam skim MASF atau Market Access Support Facility dengan framework DDO," ujarnya melalui pesan singkat kepada wartawan sore ini (22/3/2010).

"Dari jumlah penjaminan yang telah disepakati sebesar US$ 1,5 miliar, hingga sekarang tidak ada rencana penambahan," ujar Rahmat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Jepang mempertimbangkan untuk tak memberi batasan dalam rencana penjaminan penerbitan Samurai Bond. Langkah ini dilakukan untuk lebih mengembangkan pasar modal di negeri sakura itu.

Pernyataan itu disebutkan oleh seorang pejabat internal Bank pemerintah Jepang yang namanya tidak ingin dipublikasikan. Pejabat itu mengatakan bahwa Japan Bank for International Cooperation (JBIC), memberi sinyal dukungan penjaminan bisa melebihi 500 miliar yen atau setara lebih dari US$ 5,5 miliar untuk semua negara.

Penjualan Samurai bond tahun lalu tercatat turun 43% menjadi 1,3 triliun yen setelah Lehman Brothers Holdings Incorporation dinyatakan gagal bayar.

Tujuan program penjaminan itu adalah untuk memperkuat pasar Samurai Bond yang juga diharapkan bisa memberi kesetabilan ekonomi Asia pasca krisis global.

Pemerintah Indonesia berniat menerbitkan Samurai Bond bulan depan (semester I) setelah tahun lalu memanfaatkan penjaminan ini sebesar 35 miliar yen (US$350 juta) dengan tenor 10 tahun dan bunga 2,73%, sedangkan Filipina telah menerbitkan 100 miliar yen.

Penerbitan itu semuanya dipakai untuk memperluas pembiayaan defisit anggaran masing-masing negara.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads