Multilateral swap yang disebut sebagai 'Chiang Mai Initiative Multilateralization Currency Swap' itu mulai aktif per Rabu (24/3/2010). Kesepakatan multilateral swap itu sudah dicapai sejak Desember 2009.
Menurut pernyataan bersama dari Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 dan otoritas moneter Hong Kong yang dikutip dari AFP, kesepakatan swap itu ditujukan untuk mengatasi masalah neraca pembayaran dan kekurangan likuiditas mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam multilateral swap US$ 120 miliar itu, China plus Hong Kong Monetary Authority (HKMA) memberikan kontribusi US$ 38,40 miliar (32%), Korea Selatan US$ 19,20 miliar (16%) dan sisanya sebesar US$ 24 miliar (20%) dibagi sesama negara-negara ASEAN. (qom/dnl)











































