"Tahun ini the year of recovery lah," kata Direktur Tresuri dan Internasional BNI Bien Subiantoro di acara The Economist Conferences, Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (25/3/2010).
Selain dari Indover, menurut Bien, perseroan juga mendapatkan recovery asset sebanyak Rp 30 miliar dari beberapa perusahaan di luar negeri. Dengan begitu, total recovery aset BNI tahun ini mencapai Rp 150 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, seluruh dana hasil recovery asset tersebut akan masuk ke dalam laba perseoan tahun ini. Dengan tambahan dana recovery tersebut, perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih hingga dua kali lipat tahun 2010 ini.
Hingga penghujung 2009 lalu, BNI telah membukukan laba bersih sebanyak Rp 2,48 triliun. Dengan pertumbuhan dua kali lipat, maka laba BNI bisa mencapai Rp 4,96 triliun tahun ini.
Bank Indover merupakan anak usaha Bank Indonesia yang beroperasi di Belanda dan akibat tekanan krisis global pada akhir 2008 dilikuidasi oleh Bank Sentral Belanda karena tidak memenuhi standar kesehatan bank di negara tersebut. Sejumlah bank menjadi korban sehingga dananya sebagian tertahan antara lain:
- BRI sebesar US$ 60 juta
- Bank Mandiri US$ 31 juta
- BNI US$ 27 juta,
- Bank Lippo US$ 5 juta (kini merger menjadi Bank CIMB Niaga)
- Bank Ekonomi Raharja 19.239 euro.
BRI sebelumnya juga telah mendapatkan pengembalian dana yang masih nyangkut di Bank Indover sebesar US$ 28 juta, yang merupakan 47% dari total dana BRI yang tersimpan di bank milik Bank Indonesia sebesar US$ 60 juta.
Demikian pula Bank Mandiri yang juga telah mendapatkan kembali dana yang 'nyangkut' di Bank Indover sebesar EUR 17,5 juta atau 47% dari total dana yang nyangkut di anak usaha BI itu.
(ang/qom)











































