Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono kepada detikFinance, Senin (29/3/2010).
"Keluar masuknya dana asing ini masih orderly (teratur) dana manageable tidak mengakibatkan volatilitas yang besar. Bila berbagai kebijakan ekonomi makro dan mikro diterapkan secara sehat dan konsisten, akan dapat meningkatkan jangka waktu penempatannya di Indonesia," tuturnya.
Hartadi mengatakan, saat ini total dana di SUN mencapai Rp 128,8 triliun dan asing memegang 22,6%. Sementara di SBI dari total Rp 69,5 triliun, asing memegang 22,8%.
"Pada dasarnya arus dana asing dapat dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan pembangunan. Oleh karena itu minat investor asing tersebut harus terfasilitasi oleh adanya instrumen-instrumen investasi yang likuid," jelas Hartadi.
Instrumen-instrumen yang likuid di Indonesia saat ini baru berupa SUN, SBI, dan saham. Oleh karena itu pengembangan instrumen-instrumen lain yang berjangka menengah dan panjang sangat diperlukan untuk membiayai investasi jangka menengah dan panjang khususnya infrastruktur.
"Dengan demikian arus modal masuk menjadi lebih stabil dan ditempatkan dalam waktu yang lebih panjang," tutupnya.
(dnl/qom)











































