Pinjaman ini nantinya akan disalurkan PNM melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) kepada para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) produktif di semua sektor ekonomi.
"Ini merupakan wujud sinergi BNI dan PNM yang memiliki visi dan misi yang sama dalam pengembangan UKM di tanah air," ujar Direktur UKM dan Syariah BNI Achmad Baiquni dalam sambutannya di acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Kredit di Hotel Nikko, Jakarta, Senin (29/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meningkatnya jumlah kredit yang disalurkan ke PNM sejalan dengan terus bertambahnya jaringan ULaMM yang dikelola PNM," ungkapnya.
Adapun suku bunga kredit yang diberikan BNI kepada PNM yaitu sebesar 13,5 persen. "Tingkat bunga 13,5 persen. Tingkat bunga komersil karena dasar kerjasama ini adalah komersil bisnis," paparnya.
Achmad menyatakan, penyaluran pembiayaan usaha kecil BNI memiliki tiga strategi yaitu penyaluran langsung, penyaluran kepada kelompok usaha melalui perusahaan induk (pola inti plasma) dan penyaluran kerjasama dengan lembaga keuangan seperti PT PNM, koperasi, dan BPR.
Khusus untuk linkage program dengan BPR dan koperasi, hingga akhir tahun lalu BNI telah menyalurkan kredit mikro melalui 1.244 koperasi dan 150 BPR di seluruh Indonesia. Dari program tersebut telah disalurkan kredit usaha mikro sebesar Rp 3,59
triliun kepada 338.765 usaha mikro.
(epi/dnl)











































