"Khusus untuk ULaMM, pada tahun lalu kami telah menyalurkan sebesar Rp 800 miliar ke 13.021 unit UMK," ujar Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Kredit antara BNI dengan PNM di Hotel Nikko,
Jakarta, Senin (29/3/2010).
Menurut dia, peningkatan jumlah kredit yang disalurkan kepada para nasabah tersebut seiring dengan bertambahnya jumlah unit-unit ULaMM di tanah air. Hingga akhir tahun 2009, PNM telah memiliki 184 unit ULaMM yang beroperasi di 16 propinsi dan 81 kabupaten guna melayani 13.021 unit UMK di 9740 kecamatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari target penyaluran sebesar Rp 1,4 triliun tahun ini, Parman mengaku perseroan telah mendapatkan komitmen pinjaman sebesar Rp 650 miliar dari perbankan nasional seperti BNI, BTN, dan BPD.
"Dari Rp 650 miliar itu, sebesar Rp 300 miliar berasal dari BNI," jelasnya.
Sementara untuk target total penyaluran pembiayaan melalui PNM pada tahun ini, Parman menargetkan adanya tambahan penyaluran sekitar Rp 2 triliun dari total penyaluran hingga akhir tahun sekitar Rp 8,3 Triliun.
Untuk diketahui hingga akhir Desember 2009, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 8,3 triliun, dengan jumlah lembaga LKM/S yang dibantu 1.600 unit, jumlah UMK penerima manfaat sebanyak 1,1 juta UMK, jumlah tenaga kerja 5,5 juta tenaga kerja dan multiplier effect kepada 12 juta jiwa.
(epi/dnl)











































