Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad ketika ditemui di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (29/3/2010).
"Tadi dari Hongkong sudah ketemu saya, bulan depan dari London mau datang untuk bertemu saya," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setidaknya ada tiga tantangan, SDM sumber daya manusia), IT (teknologi dan informasi) dan jenis produknya," imbuhnya.
BI memproyeksikan pertumbuhan perbankan syariah nasional tahun 2010 dalam skenario pesimis yakni nilai aset akan mencapai Rp 72 triliun atau tumbuh sebesar 26%.
Kemudian untuk skenario moderat, nilai aset perbankan syariah di tahun 2010 bisa mencapai Rp 97 triliun atau tumbuh 43%. Dan terakhir, untuk skenario optimis, nilai aset perbankan syariah di 2010 akan mencapai Rp 124 triliun atau tumbuh sebesar 81%.
Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah nasional per Januari 2010 mencapai Rp 53,16 triliun. Pada akhir tahun 2007 silam DPK itu baru sebanyak Rp 28 triliun.
"Perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia ini menunjukkan kemajuan," kata Muliaman.
Ia mengatakan, jumlah kantor perbankan syariah, kantor unit usaha syariah bank umum konvesional dan kantor bank umum syariah mengalami peningkatan hampir dua kali lipat. Pada Januari 2010 tercatat 1.346 kantor naik dua kali lipat jika dibandingkan jumlah tahun 2007.
(ang/dnl)











































