Demikian dikatakan oleh Direktur Riset dan Kebijakan Moneter Perry Warjiyo di Gedung Bank Indonesia, Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (30/03/2010).
"Jumlah porsi asing memang menurun atau sedikit lebih rendah dikarenakan krisis di Yunani. SBI asing sebelumnya mencapai 70% namun sampai dengan 26 Maret 2010 hanya mencapai 65% dari total SBI sekunder yakni menjadi Rp 67,9 triliun," ujar Perry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Pengelolaan Devisa Bank Indonesia Rasmo Samiun mengatakan penurunan SBI asing dikarenakan reposisi para investor untuk menjual kepemilikannya di SBI dan masuk ke SUN dan Saham. "Ini hanya gejala temporer saja," tuturnya.
Untuk komposisi lainnya, Perry kembali mengungkapkan jumlah SBI Syariah per 26 Maret 2010 mencapai Rp 2,2 triliun, reverse repo SUN (Surat Utang Negara) Rp 3,2 triliun, Fine Tune Kontraksi (FTK) 30,4 triliun, Fasbi Rp 24,52 triliun, dan Fasbi Syariah Rp 24,52 triliun.
"Sementara itu SBI di pasar sekunder meningkat dari Rp 5,2 triliun menjadi Rp 5,4 triliun sampai 26 Maret 2010," tambahnya.
(dru/dnl)











































