Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo diGedung Bank Indonesia, Selasa (30/03/2010).
"Neraca pembayaran akan terjadi surplus US$ 12,5 miliar yang terdiri dari transaksi berjalan atau ekspor impor sebesar US$ 5 miliar dan transaksi modal dan finansial sebesar US$ 7,5 miliar," ujar Perry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank Sentral juga memperkirakan laju Foreign Direct Invesment (FDI) akan mencapai US$ 6 miliar di 2010.
"Untuk Portofolio investment yakni saham dan surat berharga akan mencapai US$ 6,7 miliar," tegasnya.
BI mencatat surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang tahun 2009 melonjak tajam mencapai US$ 12,506 miliar. Angka itu melonjak tajam dibandingkan tahun 2008 yang defisit sebesar US$ 1,945 miliar.
(dru/qom)











































