Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan lelang SBI jangka satu bulan dalam tiga minggu terakhir mengalami perpanjangan jatuh tempo menjadi jangka menengah.
"Kita mendapatkan laporan dari posisi 3-6 bulan mencapai 73% dari outstanding sebelumnya sekitar 48%. Jadi ada perpanjangan profil jatuh tempo," ujar Perry di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (30/03/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama Deputi Direktur Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Wiwiek Widayat mengatakan saat ini terjadi peningkatan likuiditas di bank sentral seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi dibarengi masuknya dana asing. "Jadi walaupun lelang dirubah waktunya namun likuiditas masih banjir," imbuhnya.
Total likuiditas yang ada di bank sentral mencapai Rp 360 triliun, porsi dana SBI Syariah mencapai Rp 2,2 triliun, repo surat utang negara (SUN) Rp 3,2 triliun, fine tune kontraksi (FTK) Rp 30,4 triliun, Fasilitas Simpanan BI (Fasbi) Rp 24,52 triliun, Fasbi syariah Rp 3,7 triliun dan sisanya SBI Rp 297,9 triliun.
Mulai bulan Juni 2010, Bank Indonesia (BI) hanya akan menggelar lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebulan sekali. Sebelumnya BI menggelar lelang SBI setiap seminggu sekali dan melakukan penyerapan ekses likuiditas rupiah dengan lebih mengutamakan kepada SBI 3 bulan dan SBI 6 bulan.
Pjs Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, pelaksanaan lelang dari mingguan menjadi bulanan diharapkan dapat mendorong bank mengelola likuiditasnya dalam rentang waktu yang lebih panjang.
Adapun penyerapan ekses likuiditas yang mengutamakan SBI 3 dan 6 bulan diharapkan dapat mendorong berkembangnya transaksi di pasar uang dan pelaksanaan operasi moneter yang lebih efektif.
(dru/dnl)











































