Perhimpunan dana masyarakat (DPK/Dana Pihak Ketiga) juga tercatat meningkat 26,12% menjadi Rp 254,12 triliun di 2009, dari posisi DPK tahun 2008 yang sebesar Rp 201,50 triliun.
Demikian disampaikan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sofyan Basyir dalam paparan kinerja tahunan di Gedung BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (30/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Direktur UMKM Bambang Supeno menjelaskan, pencapaian kredit perseroan di tahun lalu mencapai Rp 205,5 triliun atau meningkat 27,6% dibanding posisi tahun sebelumnya, Rp 161,06 triliun. Sementara Return of Investmet (ROI) selama tahun 2009 terjaga di level 35,22%.
"Aset kami tumbuh 27,93% dari Rp 246,03 triliun pada 2008 menjadi Rp 314,746 triliun di tahun ini. Ekuitas kita juga naik 21,22% menjadi Rp 27,25 triliun. Posisi tahun sebelumnya Rp 22,35 triliun," ungkapnya.
Untuk rasio kredit bermasalah (NPL) gross, BRI berhasil menjaganya di level 3,25%, dengan posisi Loan to Deposit Ratio (LDR) di angka 80,88%. Hasil pendapatan bunga tumbuh 24% dari 28,08 triliun menjadi Rp 35,07 triliun.
"Kredit sektor UKM sepanjang 2009 mencapai Rp 167,23 triliun, atau 81% dari total pinjaman sebesar Rp 205,52 triliun," ucapnya.
DPK perseroan sepanjang tahun 2009 mencapai Rp 254,12 triliun atau naik 26,12% dibanding tahun lalu sebesar Rp 201,50 triliun. Komposisi DPK masih didominasi oleh tabungan sebesar Rp 104,12 triliun (40,97%). Disusul deposito Rp 103 triliun (39,37%) dan giro sejumlah Rp 49,97 triliun (19,66%).
(wep/dnl)











































