Rencana BRI Akuisisi Bank Agroniaga Temui Ganjalan

Rencana BRI Akuisisi Bank Agroniaga Temui Ganjalan

- detikFinance
Selasa, 30 Mar 2010 18:56 WIB
Jakarta - Rencana akuisisi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terhadap PT Bank Agroniaga Tbk masih terganjal oleh pihak ketiga selaku pihak yang membantu melakukan negosiasi. Namun manajemen BRI menargetkan proses pengambilalihan bank pertanian itu dapat selesai sebelum kuartal III-2010.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sofyan Basyir saat ditemui di kantornya Gedung BRI II, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (30/3/2010).

"Masih terus kami negosiasi, Ini tergantung pihak eksternal. Tidak dipastikan, kalau bisa sebelum kuartal III selesai," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, pengambilalihan Bank Agro ini merupakan wujud ekspansi di sektor pertanian yang tengah dirintis perseroan. Khususnya untuk ritel pertanian, perseroan akan terus fokus dengan tetap mengucurkan kredit maksimal Rp 5 miliar.

"Itu kan maksimal Rp 5 miliar. Sebanyak Rp 200 juta udah ritel dong," ujar Direktur Keuangan BBRI Sudaryanto Sudargo seusai paparan publik tahunan perseroan.

Sebelumnya Bank Agroniaga pernah menegaskan proses uji tuntas atau due dilligence akuisisi telah selesai dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Perseroan kini tengah mengunggu konfirmasi dari pemegang saham pengendali yaitu Dana Pensiunan Perkebunan (Dapenbun).

Menurut Direktur Utama Bank Agroniaga Kemas M Arief, rencana mencari investor strategis di Bank Agroniaga itu merupakan aksi korporasi pemegang saham pengendali dalam hal ini Dapendun. Sehubungan dengan rencana akuisisi tersebut, kinerja perseroan diperkirakan tidak akan terpengaruh.

"Namun tidak tertutup kemungkinan berpengaruh terhadap kinerja saham Bank Agro di Bursa Efek Indonesia," ujarnya.

Lanjutnya, upaya-upaya yang telah dilakukan perseroan berkenaan dengan rencana itu antara lain memberikan penjelasan kepada pihak-pihak terkait dan tetap melaksanakan kegiatan perbankan sesuai dengan rencana bisnis bank yang telah disampaikan kepada Bank Indonesia (BI).

Sebelumnya, BRI telah menyiapkan dana sebesar Rp 2 triliun untuk akuisisi dua bank tahun ini. Salah satu sumber pendanaan yang diperoleh BRI adalah melalui penerbitan obligasi subordinasi yang sudah digelar pada akhir tahun lalu.

Awal bulan lalu, Bank BUMN itu mulai melakukan uji tuntas satu bank. Manajemen bank akan meminta persetujuan kepada pemegang saham pada bulan Mei dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk menjalankan aksi korporasi itu.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads