"Dengan deflasi yang terjadi, BI tetap mempertahankan BI rate di 6,5%. Namun jelang semester II ini, akan terjadi kenaikan dan faktor pemicunya lebih karena inflasi. Paling banyak 100 bps," ujar Ekonom dari Standart Chartered Bank, Fauzi Ichsan saat dihubungi detikFinance, Minggu (4/4/2010).
Ia menambahkan, dengan prediksi kenaikan inflasi mencapai 5,5% hingga akhir tahun ini, sebenarnya BI tidak wajib menaikkan suku bunga acuannya. Namun Ichsan melihat, kenaikan BI rate lebih disebabkan sebagai wujud komitmen otoritas perbankan nasional ini untuk selalu menjaga pertumbuhan inflasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan menurut pengamat Ekonomi INDEF, Aviliani, BI rate akan mulai merangkat naik pada bulan Juni 2010. Faktor pemicunya pun sama, yaitu kenaikan inflasi.
"BI rate tergantung inflasi memang. Dan akan terjadi diwaktu yang bersamaan saat inflasi tercatat meningkat. Bisa dikisaran 7-7,5%," paparnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat terjadi deflasi 0,14% selama Maret. Hal itu akan membuat BI nyaman mempertahankan BI Rate di kisaran 6,5%. BI diprediksi baru akan tergoda mengubah BI Rate pada tahun 2011.
Dengan deflasi selama bulan Maret mencapai 0,14%, maka besaran inflasi kumulatif Januari-Maret 2010 0,99%. Sementara inflasi year on year pada Februari 2010 adalah 3,43%.
(wep/dro)











































