Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Pengelolan Utang Rahmat Waluyanto dalam siaran pers, Selasa (6/4/2010).
"Total penawaran yang masuk mencapai Rp 21,76 triliun, namun jumlah yang diserap pemerintah adalah Rp 5 triliun," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- SPN20110407, jumlah penawaran yang masuk Rp 9,29 triliun. Pemerintah menyerap Rp 2,8 triliun dengan yield (imbal hasil) Rp 6,8659%. Jatuh tempo 7 April 2011
- FR0028, jumlah penawaran yang masuk Rp 2,847 triliun. Pemerintah menyerap Rp 300 miliar dengan yield (imbal hasil) Rp 8,69662%. Jatuh tempo 15 Juli 2017
- FR0031, jumlah penawaran yang masuk Rp 4,276 triliun. Pemerintah menyerap Rp 1,45 triliun dengan yield (imbal hasil) Rp 9,10872%. Jatuh tempo 15 November 2020
- FR0042, jumlah penawaran yang masuk Rp 5,347 triliun. Pemerintah menyerap Rp 450 miliar dengan yield (imbal hasil) Rp 10,085%. Jatuh tempo 15 Juli 2027
(dnl/qom)











































