Demikian dikatakan oleh Mantan Direktur Utama Bank Mega yang saat ini menjabat sebagai Wakil Komisaris Bank Mega Yungki Setiawan dalam Konferensi Persnya di Gedung Bank Mega, Jalan Tendean, Jakarta, Rabu (07/04/2010).
"Target tahun 2010 tersebut akan ditopang melalui perolehan fee based income dan pengembangan jaringan kantor cabang dan ATM. Kantor sendiri saat ini Bank Mega mempunyai 259 kantor cabang dan akan ditambah hingga menjadi 325 kantor di akhir 2010," ujar Yungki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, perolehan fee based income pada tahun 2009 sendiri naik 141,6%.
"Dari Rp 280,7 miliar menjadi Rp 678,3 miliar pada tahun 2009. Rencana kedepannya akan tumbuh semakin baik sehingga akan menyebabkan besarnya perolehan laba bersih. Selain itu guna menumbuhkan fee based income Bank Mega rencananya kita akan mengembangkan infrastruktur treasury dengan mengembangkan galeri valas lebih banyak lagi. Saat ini ada sekitar 8 galeri yang sudah beroperasi," papar Yungki.
Selain itu Yungki mengatakan, rencana Bank Mega tahun 2010 akan fokus pada pemberian kredit khusus untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). "Yakni melalui kerjasama dengan lembaga pembiayaan mikro. Kita juga akan tetap melanjutkan untuk memonitoring kredit yang berhasil di 2009," ungkapnya.
Adapun strategi lain untuk mengembangkan UMKM, Yungki mengatakan Bank Mega telah menyiapkanΒ 900 SDM untuk ditraining dimana akan mengembangkan UMKM. "Saat ini penyaluran kredit ke sektor UMKM mencapai Rp 100 miliar per bulannya, nanti akan menjadi sekitar Rp 200 miliar perbulan," tuturnya.
Direktur Bank Mega Daniel Budirahardju menambahkan untuk kredit korporasi, 2010 Bank Mega merencanakan akan terus tumbuh seiring dengan kredit UMKM.
"Awalnya kita akan memberikan kredit di sektor mining (tambang) yakni batu bara, rencananya akan ditangani Bank Mega sendiri bukan sindikasi sekitar US$ 35 juta," jelasnya.
Selain itu, Bank Mega bersama dengan beberapa bank-bank lain masih menangani proyek 10.000 megawatt bagi PLN. "Kita siapkan dana dari dua tahun lalu sekitar Rp 5,9 triliun dan baru terserap Rp 1,7 triliun," pungkas Daniel.
Ia melanjutkan, tahun ini penyaluran kredit perseroan ditargetkan bisa mencapai Rp 24,1 triliun atau naik dibandingkan penyaluran kredit tahun lalu sebesar Rp 18,6 triliun. Adapun komposisinya Rp 12,7 triliun kredit korporasi, Rp 3 triliun kredit UKM dan Rp 8,4 triliun kredit konsumer.
Β
(dru/dro)











































