Pemerintah akan melakukan lelang pembelian kembali Obligasi Negara dengan cara penukaran (debt switch) melalui melalui MOFiDS (Ministry of Finance Dealing System) trading platform mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB hari ini, Kamis (8/4/2010).
Menurut Kepala Biro Kementerian Keuangan Harry Z. Soeratin, semua pemegang seri-seri Obligasi Negara dapat ikut serta dalam lelang tersebut, namun dalam pelaksanaannya harus dilakukan melalui Dealer Utama yang telah ditunjuk oleh Pemerintah.
Saat ini telah terdaftar 18 Dealer Utama, yang terdiri atas 14 bank dan 4 perusahaan sekuritas. Peserta Lelang tersebut adalah Citibank NA, Deutsche Bank, HSBC, Bank BCA, Bank Danamon Indonesia, Bank BII, Bank CIMB Niaga, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Panin, Bank BRI, Bank Permata, Standard Chartered Bank, JPMorgan Chase Bank NA, Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Trimegah Securities.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Volume penawaran minimum adalah Rp 1 miliar atau setara seribu unit, dengan kelipatannya. Seri-seri Obligasi Negara yang dapat ditawarkan adalah yang jatuh tempo pada periode tahun 2011-2013.
Sementara Obligasi Negara penukar (destination bond) yang ditawarkan Pemerintah adalah seri FR0052 yang jatuh tempo pada tanggal 15 Agustus 2030 dengan tingkat kupon sebesar 10,50%.
Harga penawaran seri FR0052 ini adalah sebesar 102%. Bunga berjalan per unit Obligasi Negara seri FR0052 pada saat setelmen tanggal 13 April 2010 sebesar Rp 16.533.
"Pengumuman hasil pelaksanaan lelang, akan disampaikan hari ini juga," katanya.
Setelmen akan dilaksanakan melalui sistem BI-SSSS (Bank Indonesia β Scripless Securities Settlement System) pada tanggal 13 April 2010 dan hanya dilakukan dengan Peserta Lelang.
Setelmen dilakukan dengan mentransfer source bond ke Pemerintah dan menerima destination bond dari Pemerintah, serta menyelesaikan selisih tunai.
(ang/qom)











































