Jika angka itu tercapai, maka berarti terjadi kenaikan hingga US$ 12,4 miliar atau sekitar 18,7% dibandingkan cadangan devisa per akhir Desember 2009 yang sebesar US$ 66,104 miliar.
Demikian Laporan Perekonomian Indonesia 2009 : "Memperkuat Ketahanan, Mendorong Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional" yang dikutip detikFinance, Kamis (8/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank Indonesia menjelaskan, kenaikan cadangan devisa itu diharapkan bisa didukung dari surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang diharapkan bisa mencapai US$ 12,5 miliar di akhir 2010.
Surplus NPI itu diperkirakan bisa dicapai berkat prospek pemulihan perekonomian global. Surplus NPI diharapkan bisa didorong oleh membaiknya transaksi modal dan finansial.
Di pasar barang, kombinasi membaiknya permintaan eksternal dan kenaikan harga komoditas akan menopang kinerja nilai ekspor. Di sisi domestik, transmisi positifnya ekonomi global diprakirakan berdampak terhadap pertumbuhan kegiatan investasi dan konsumsi sehingga mendorong nilai impor.
Di sisi transaksi modal dan finansial, proses deleveraging yang mereda serta faktor kebijakan moneter global yang diprakirakan masih cukup akomodatif diprakirakan menopang arus dana masuk dalam bentuk portofolio, meski dalam skala yang lebih terbatas dibandingkan periode-periode sebelumnya. (qom/dnl)










































