Demikian disampaikan Managing Director PT Bank UOB Buana, Safrullah Hadi Saleh seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) di Hotel Shangri-La Jalan Jend Sudirman Jakarta, Kamis (15/4/2010).
"Pertumbuhan kredit kita naik sedikit, sekitar 1% menjadi Rp 15,9 triliun. Naik Rp 100 miliar dari capaian tahun lalu," ujar Safrullah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat UOB Buana menggabungkan usahanya dengan UOB Indonesia di 30 Juni 2010, total aset perseroan diperkirakan mencapai Rp 38 triliun, dan terus merangkak naik hingga Rp 40-41 triliun hingga akhir tahun ini.
"Dana pihak ketiga (DPK) sampai tanggal efektif merget sekitar Rp 31 triliun, dan akan menjadi Rp 33 triliun sepanjang tahun 2010," jelasnya.
Posisi CAR perseroan sampai akhir tahun tercatat di level 23,56%, sedangkan untuk UOB Indonesia mencapai 34%. Pasca merger, maka rasio kecukupan modal perseroan akan terakumulasi sekitar 20-22%. Modal disetor perseroan juga akan mencapai Rp3,28 triliun dari total equity Rp 6,5 triliun.
"Karena ada penambahan volume maka CAR akan menjadi 20-22%. UOB Buana sendiri akan ada growth 25% sedangkan UOB Indonesia 30%, dengan fokus di commersial dan corporate banking," ujar Direktur Utama Bank OUB Buana Armand Arief.
Â
Â
(wep/dro)











































