BI Terima Laporan Rencana Akuisisi Bank Ina

BI Terima Laporan Rencana Akuisisi Bank Ina

- detikFinance
Jumat, 16 Apr 2010 13:30 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) baru menerima laporan informal dari investor Malaysia yaitu Affin Holdings Bhd untuk melakukan akuisisi terhadap Bank Ina Perdana.

Demikian disampaikan oleh Deputi Direktur Pengawasan Bank II BI, Joni Swastanto saat ditemui di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (16/4/2010).

"Dia sudah lapor secara informal. Tapi sampai sekarang belum ada perkembangannya," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Affin Holdings Bhd akan menuntaskan akuisisi atas Bank Ina Perdana pada kuartal III-2010. Akuisisi atas bank di Indonesia itu diharapkan bisa memperkokoh kehadiran Affin di Indonesia.

Bank Sentral Malaysia telah memberikan izin untuk akuisisi Bank Ina. Rencananya, Bank Ina akan diubah menjadi Bank Syariah.

Bank Ina Perdana merupakan salah satu bank kecil yang baru saja mendapatkan sanksi administratif dari Bank Indonesia (BI) berupa pencantuman ketidakpatuhan di website BI.

PT Bagusnusa Samudra Gemilang, perusahaan induk PT Bank Ina Perdana terlambat menyampaikan Laporan Keuangan Tahun 2008 disebabkan keterlambatan penyusunan laporan keuangan tahunan audited oleh kantor akuntan publik.

Jika akuisisi dituntaskan, maka Affin akan menjadi bank keempat Malaysia yang menguasai bank di Indonesia.

Sebelumnya, CIMB Group telah menguasai saham Bank Niaga dan Bank Lippo dan kini meleburnya menjadi Bank CIMB Niaga. Sementara Maybank tercatat menguasai saham PT Bank International Indonesia (BII). Yang terbaru adalah RHB Capital Berhard yang berniat akan membeli Bank Mestika.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads