Utang tersebut terdiri dari utang jangka pendek pemerintah, bank sentral dan swasta sebesar US$ 25,589 miliar dan utang jangka panjang pemerintah, bank sentral dan swasta sebesar US$ 152,452 miliar.
Demikian dikatakan oleh Senior Economic Analyst Investor Relations Unit (IRU) Direktorat Internasional Elsya Chani dalam diskusi dengan wartawan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (16/04/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Elsya menambahkan, untuk total utang swasta atau private mencapai US$ 75,199 miliar yang tercatat pada bulan Januari 2010. "Memang secara nominal ada kenaikan namun jika melihat rasio debt to GDP kita terus menurun," ujar Elsya.
Lebih lanjut Elsya mengatakan, dalam sebulan, yakni dari bulan Desember 2010 utang luar negeri Indonesia bertambah US$ 5,17 miliar. "Desember 2009 tercatat US$ 172,871 miliar," jelasnya.
Ditempat yang sama Deputi Direktur Direktorat Internasional Dian Ediana Rae mengatakan, penambahan utang tersebut terjadi karena dua faktor. "Yang pertama dikarenakan terkait kurs atau interest rate yang menyebabkan utang menjadi lebih besar," ungkapnya.
Yang kedua, lanjut Dian, memang terjadi penambahan utang dari masing-masing kelompok peminjam.
(dru/ang)











































