Selain itu Bank Indonesia (BI) juga tidak menetapkan batas waktu kepada perbankan di Indonesia untuk mengganti semua kartu debit nasabahnya menjadi kartu berbasis chip.
Direktur Mikro dan Ritel Bank Mandiri Budi G. Sadikin mengatakan, saat ini perbankan tengah menelaah penerapan kartu debit berbasis chip apakah nantinya justru memberatkan sistem pembayaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menjelaskan, saat ini Bank Mandiri bersama PT Bank Permata Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) siap mengganti kartu debit para nasabahnya dengan kartu berbasis chip. Namun dari target penggantian diundur dari rencana awal pada semester I-2010 menjadi di akhir tahun 2010.
"Kami sedang mengaplikasikan yang disesuaikan dengan teknologi dan standar security. Mereka (hacker) juga update perkembangan, jadi harus dipastikan," ungkapnya.
Ditambahkannya, perseroan juga sedang menghitung total investasi yang harus disiapkan untuk peralihan kartu ini. "Investasinya harus reasonable. Tim sedang kaji. Kalau ternyata berat, kashian bank-bank kecil, laba mereka akan terpangkas dengan rencana ini," katanya.
Sampai saat ini, Bank Mandiri memiliki 9 juta kartu debit. Dengan biaya mencapai US$ 2, maka total investasi minimal mencapai US$ 18 juta. Ini belum termasuk penggantian EDC dan mesin-mesin ATM.Β
BI memang telah mengeluarkan peraturan yang mewajibkan bank mengeluarkan kartu debit chip. Peraturan tersebut rencananya akan efektif paling lambat pada akhir tahun ini.
"Kami juga ingin standar chip yang diterapkan, Indonesia saja deh. Jangan sampai juga biaya kredit jadi naik dari chip," paparnya.
(wep/dnl)











































