"Penetrasi asuransi rendah sekali hanya 1,6% terhadap PDB pada tahun 2009," ujar Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany dalam Roundtable Summit Strategic Direction Of Indonesian Insurance Industry Towards 2015 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (21/04/2010).
Fuad menjelaskan, tingkat penetrasi industri asuransi tersebut dinilai masih jauh di bawah negara-negara lain. Fuad mencontohkan, di Malaysia tingkat penetrasi mencapai 4,5%. "Di China asuransi menyumbang 20% sendiri bagi PDB," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Evelina Pietruschka mengakui rendahnya penetrasi asuransi jiwa di Indonesia. "Apalagi penetrasinya hanya terjadi di kota-kota besar," ujar Evelina.
Untuk itu, lanjut Evelina, pihaknya akan melakukan kampanye pendidikan asuransi. "AAJI menyiapkan dana sebesar Rp 5 miliar pada 2010. Dana tersebut berasal dari iuran 45 perusahan yang menjadi anggota AAJI," katanya.
Menurut riset AAJI, persepsi masyarakat terhadap asuransi jiwa sudah membaik dibandingkan 10 tahun yang lalu.
"Tapi masyarakat tidak tahu ke mana harus mencari produk asuransi yang sesuai. Melalui kampanye ini kita harapkan persepsi baik masyarakat terhadap industri asuransi akan meningkat," pungkasnya.
(dru/dnl)











































