"Tahun 2008 lalu kita sudah suntik, 2010 sekarang kita tambah lagi Rp 100-200 miliar," kata Chief Financial Officer Bank Mandiri Pahala Mansury dalam acara Membedah Kinerja BUMN di Pasar Modal di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (21/4/2010).
Ia mengatakan, perseroan berniat menyuntikkan dana hingga Rp 300 miliar kepada anak usahanya tersebut. Tambahan modal tersebut dilakukan supaya posisi rasio kecukupan modal anak usaha syariahnya sebanyak 12 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pokoknya dalam 3 tahun kita ingin Rp 300 miliar ini ditambahkan ke BSM karena pertumbuhannya cukup signifikan dan kami ingin memenuhi peraturan operational risk," tambahnya.
Hingga akhir tahun 2009 lalu, BSM telah tumbuhkan laba bersih 48,47% menjadi Rp 291 miliar, sedangkan pada tahun 2008 hanya sebesar Rp 196 miliar. Penyumbang terbesar terhadap kenaikan laba adalah pendapatan operasional, terutama dari penyaluran dana.
Sementara total pembiayaan yang disalurkan BSM pada Desember 2009 mencapai Rp 16,06 triliun, atau naik 20,93% dibandingkan posisi Desember 2008 sebanyak Rp 13,28 triliun.
Aset anak usaha PT Bank Mandiri Tbk itu telah mencapai Rp 22,04 triliun naik setara 29,12% dibandingkan akhir tahun 2008 sebesar Rp 17,07 triliun. Peningkatan aset itu ditopang meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi sebesar Rp 19,34 triliun, naik 29,89%, dari semula Rp 14,89 triliun.
(ang/nal)











































