Demikian disampaikan dalam siaran pers perseroan, Kamis (22/4/2010).
Hingga 31 Maret 2010, BTPN mencatat kucuran kredit sebesar Rp 17,7 triliun, naik 61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp 11,0 triliun. Pertumbuhan kredit yang signifikan tersebut diikuti rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan-NPL) sebesar 0,64% untuk NPL Gross, dan 0,06% untuk NPL Net.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total aset BTPN per 31 Maret 2010 mencapai Rp 24,2 triliun atau meningkat 51% dibanding Maret 2009 yang sebesar Rp 16 triliun. Sementara rasio kemampuan intermediasi yang terlihat dari Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 87,5%.
Pertumbuhan kredit yang tinggi telah meningkatkan pendapatan bunga BTPN. Per 31 Maret 2010, pendapatan bunga bersih BTPN mencapai Rp 782,2 miliar atau meningkat 128% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 343,6 miliar. Sementara laba operasional per 31 Maret 2010 sebesar Rp 217,1 miliar, meningkat 102% dibandingkan akhir Maret 2009 yang mencapai 107,3 miliar.
Laba bersih yang dibukukan BTPN per 31 Maret 2010 mencapai Rp 154,6 miliar atau tumbuh 165% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 58,3 miliar.
Saat ini rasio modal BTPN (CAR) mencapai 17,6% diatas batas 8% yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
(dro/qom)











































