Demikian disampaikan oleh Presiden Direktur Malayan Banking Berhad (Maybank) Tan Sri Da'to Megat Zaharudin dalam RUPS Bank International Indonesia (BII) di Plaza BII, Thamrin, Jakarta, Senin (26/4/2010).
"Maybank Syariah tinggal menunggu persetujuan dari Bank Indonesia saja. Rencananya pada bulan Juli 2010 sudah bisa beroperasi," ujar Zaharudin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun selaku pemegang saham BII dan Maybank Indocorp, Maybank Berhard tidak akan menyuntikkan modal kepada anak usahanya tersebut. Selama ini bank konvensional tersebut telah beroperasi secara baik di Malaysia.
Bahkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Maybank Indocorp sudah memenuhi ketentuan. Sehingga Maybank Indocorp ini menjadi salah satu pemimpin pasar di Malaysia. "Kita tidak akan injeksi modal ke sana. Modal mereka sudah cukup," kata Zaharudin.
Ditempat yang sama, Presiden Direktur BII Ridha Wirakusumah mengatakan untuk BII Syariah, kemungkinan bisnisnya belum akan digabung dengan Maybank Syariah.
"Kami belum ada rencana untuk menggabungkan BII Syariah dengan Maybank Indocorp. Tapi kemungkinan untuk bergabung masih ada, meski fokusnya beda," katanya.
Selama ini BII Syariah fokus pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Sedangkan Maybank Indocorp fokus ke korporasi.
"Jadi biar tidak tabrakan, sementara tidak digabung," pungkas Zaharudin.
(dru/qom)











































