BII Selesaikan Kredit Macet US$ 112 Juta

BII Selesaikan Kredit Macet US$ 112 Juta

- detikFinance
Senin, 26 Apr 2010 19:21 WIB
Jakarta - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) telah menyelesaikan kredit-kredit bermasalah dengan enam debitur besar senilai US$ 112 juta. Saat ini enam debitur bermasalah tersebut telah direstrukturisasi sehingga piutangnya hanya tinggal Rp 539 miliar.

"Total piutang sebesar US$ 112 juta sudah dihapusbukukan tinggal sisanya Rp 539 miliar dari dua debitur dan sudah masuk kolektibilitas 3 serta telah dibuat pencadangan (provisi)," ujar Direktur Keuangan BII Thila Nadason usai RUPS BII di Plaza BII, Thamrin, Jakarta, Senin (26/04/2010).

Pada akhir tahun 2009, BII sempat melaksanakan penyesuaian atas penyajian kembali saldo penyisihan kerugian atas kredit yang diberikan (untuk lima dari enam debitur) dan membebankan tambahan penyisihan tersebut pada laporan keuangan per tanggal 30 Juni 2009, yang juga berdampak pada laporan keuangan per tanggal 30 September 2009 dan 31 Desember 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat dari penyesuaian beban provisi tersebut, BII mencatat kerugian sebesar Rp41 miliar untuk tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2009.

Namun, Thila menambahkan seluruh piutang yang tadinya macet sudah direstrukturisasi sehingga menjadi lancar semua.

Terkait rencana aksi korporasi perseroan, Thila menambahkan, hingga saat ini belum ada rencana untuk menerbitkan subdebt dan rights issue.Β  "Kita akan melihat kondisi pasar di semester kedua kalau kondisi subdebt seperti apa? Serta perkembangan kredit pada kuartal II-2010," kata Thila.

Selain itu, BII akan fokus pada 3 lini bisnis di consumer,corporate, dan usaha kecil menengah. Menurut Direktur Utama BII Ridha Wirakusumah, sektor corporate dan consumer memberikan keuntungan besar di atas 40%. Namun, perkembangan sektor usaha kecil menengah lebih cepat dibandingkan sektor corporate.

"Usaha UKM dan consumer bergerak lebih cepat dibandingkan corporate yang lebih lama. Kita membidik usaha kecil dan menengah di luar Jakarta yang lebih besar," kata Ridha.

Tambah Kepemilikan di Wom Finance

Di tempat yang sama Direktur Utama BII, Ridha Wirakusumah mengatakan rencana perusahaan untuk menambah kepemilikan saham di Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) akan segera dilakukan di tahun ini.

"Namun masih dibicarakan lebih lanjut, memang kita berencana untuk menambah kepemilikan saham kita di WOM Finance," jelas Ridha.

Rencananya, lanjut Ridha, BII telah mempunyai 51% saham di WOM Finance maka akan ditingkatkan menjadi lebih besar lagi. "Angka pastinya belum, tapi kita usahakan di tahun 2010 ini," pungkasnya.

Untuk diketahui, WOM Finance mencatatkan laba bersih dari Rp 3,4 miliar pada kuartal-I 2009 menjadi Rp 35,4 miliar sampai dengan kuartal I-2010.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads