Serius Akuisisi Bank Ina, Investor Malaysia Temui BI

Serius Akuisisi Bank Ina, Investor Malaysia Temui BI

- detikFinance
Rabu, 28 Apr 2010 19:52 WIB
Jakarta - Investor asal Malaysia Affin Holdings Bhd telah melakukan pertemuan dengan Bank Indonesia (BI) membicarakan proses akuisisi Bank Ina Perdana. Dalam pertemuan dengan bank sentral, Affin Holdings menyampaikan keseriusannya untuk membeli Bank Ina.

Demikian diungkapkan oleh Direktur Perizinan dan Informasi Perbankan Bank Indonesia (BI) Joni Swastanto kepada detikFinance ketika ditemui di sela acara Apconex 2010 di JCC, Jakarta, Rabu (28/04/2010).

"Investor dari Malaysia tersebut kemarin sudah ketemu dengan saya. Mereka menyampaikan niatnya mau beli bank tersebut (Bank Ina)," ujar Joni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Joni menambahkan, bank sentral masing menunggu surat resmi terkait harga penawaran serta pernyataan resmi dari Affin Holdings tersebut.

"Kemarin memang mereka belum ada suratnya. Dan belum ada omongan juga berapa rencana mereka membeli Bank Ina. Kita masih tunggu surat resminya," tambah Joni.

Sebelumnya diberitakan jika Affin Holdings Bhd akan menuntaskan akuisisi atas Bank Ina Perdana pada kuartal III-2010. Akuisisi atas bank di Indonesia itu diharapkan bisa memperkokoh kehadiran Affin di Indonesia.

Bank Sentral Malaysia telah memberikan izin untuk akuisisi Bank Ina. Rencananya, Bank Ina akan diubah menjadi Bank Syariah. Bank Ina Perdana merupakan salah satu bank kecil yang baru saja mendapatkan sanksi administratif dari Bank Indonesia (BI) berupa pencantuman ketidakpatuhan di website BI.

PT Bagusnusa Samudra Gemilang, perusahaan induk PT Bank Ina Perdana terlambat menyampaikan Laporan Keuangan Tahun 2008 disebabkan keterlambatan penyusunan laporan keuangan tahunan audited oleh kantor akuntan publik.

Jika akuisisi dituntaskan, maka Affin akan menjadi bank keempat Malaysia yang menguasai bank di Indonesia.

Sebelumnya, CIMB Group telah menguasai saham Bank Niaga dan Bank Lippo dan kini meleburnya menjadi Bank CIMB Niaga. Sementara Maybank tercatat menguasai saham PT Bank International Indonesia (BII). Yang terbaru adalah RHB Capital Berhard yang berniat akan membeli Bank Mestika.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads