Demikian disampaikan oleh Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid dalam siaran pers yang dikutip, Kamis (29/4/2010).
"Peningkatan laba CIMB Niaga ini terutama disebabkan oleh meningkatnya pendapatan operasional, tidak adanya biaya merger di 2010, dan penurunan beban penyisihan kerugian," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai 31 Maret 2010, jumlah aset CIMB Niaga mencapai Rp 114,6 triliun atau naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 102,9 triliun.
Sepanjang kuartal I-2010, total kredit CIMB Niaga tercatat meningkat 14% menjadi Rp 83 triliun, dan LDR (Loan to Deposit Ratio) CIMB Niaga sampai 31 Maret 2010 juga tercatat naik 88,46%.
Lebih 18% dari total kredit CIMB Niaga disalurkan di luar pulau Jawa, mencerminkan strategi penyaluran kredit yang menyeluruh di Indonesia. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) bruto perseroan tercatat 3,07% per 31 Maret 2010.CIMB Niaga juga mampu meningkatkan jumlah dana pihak ketiga menjadi sebesar Rp 93,7 triliun, meningkat dari Rp84,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Komposisi dana semakin baik, terlihat dari meningkatnya CASA (current account savings account) sebesar Rp 7,5 triliun atau 20% dari tahun ke tahun menjadi Rp 44,8 triliun. Sehingga, rasio dana murah meningkat sebesar 366 bps dari tahun ke tahun menjadi 47,9%.
(dnl/qom)











































