"Kita siapkan plafon sebesar Rp 8 triliun untuk membiayai beberapa industri seperti telekomunikasi dan pertambangan. Saat ini sedang dilakukan proses persetujuannya, Insya Allah di bulan Juni sampai Agustus 2010 bisa direalisasikan," ujar Wakil Direktur Utama BCA, Jahja Setiaadmadja, usai paparan hasil kinerja di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (29/4/2010).
Ia mengatakan, sampai akhir tahun 2010 BCA menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 15%-20%. "Dan memang ditopang dari kredit korporasi," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, lanjut Jahja, pertumbuhan kredit dari Desember 2009 sampai dengan Maret 2010 memang mengalami pertumbuhan negatif. Pada periode tersebut, kredit BCA turun dari Rp 123,9 pada Desember 2009 menjadi Rp 120,8 triliun di Maret 2010.
"Pertumbuhan negatif tersebut memang sudah biasa terjadi di awal tahun. Hal ini memang musiman terjadi," ungkapnya.
Sementara itu, untuk sampai dengan April 2010 BCA telah membeli obligasi korporasi untuk mendukung pertumbuhan kreditnya hingga sebesar Rp 8 triliun. "Obligasi juga menjadi salah satu fokus BCA untuk mendorong pertumbuhan kredit," kata Jahja.
(dru/dnl)











































