BI Targetkan Pertumbuhan Bisnis Syariah 35% di 2010

BI Targetkan Pertumbuhan Bisnis Syariah 35% di 2010

- detikFinance
Sabtu, 01 Mei 2010 19:05 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menargetkan pertumbuhan bisnis perbankan syariah hingga akhir tahun mencapai 33-35%. Melalui berbagai usaha dan kekurangan yang harus dipenuh oleh perbankan syariah nasional.

"Tahun ini bisa lebih tinggi antara 33-35% sampai akhir tahun," ujar Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad saat ditemui di pameran REI Expo, JCC, Senayan, Sabtu (1/5/2010).

Muliaman menyatakan untuk mencapai pertumbuhan tersebut BI menyiapkan beberapa prioritas. Salah satunya dengan penyelesaian masalah Sumber Daya Manusia (SDM).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan pencanangan program yang jelas mengenai pemenuhan SDM ini, kita mencari jalan keluar dalam waktu 5 tahun. Kita akan memfasilitasi, kita serahkan pada lembaga swasta untuk pemenuhan account officer, eksekutif, kita akan bersama industri syariah lain," ujarnya.

Selain itu, ada agenda lain untuk mengembangkan perbankan syariah dengan mengembangkan produk syariah.

"Sekarang kan masih sederhana padahal bisa lebih kaya. Tapi ya harus dengan ketersediaan SDM. Kita bisa kembangkan secara bertahap untuk produk syariah," jelasnya.

Muliaman menyatakan, hingga saat ini terdapat 1.139 jaringan kantor perbankan syariah di seluruh Indonesia. Ada 25 unit usaha syariah yang masih bergabung dengan bank umum dan 142 Badan Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah. Pertumbuhan perbankan syarian pada 2009 mencapai 33%.

"Masih banyak permohonan-permohonan untuk membuka perbankan syariah. Oleh karena itu, ke depan masih bisa lebih tinggi," tukasnya.

Untuk aset bank syariah, BI optimis aset Bank Syariah bisa mencapai target moderat yaitu Rp 97 triliun. Menurut Pjs Direktur Perbankan Syariah BI Mulia Siregar, aset bank syariah sudah melebihi target pesimis tahun ini yaitu Rp 72 triliun.

"Per Maret ini saja sudah mencapai Rp 78 triliun, makanya kita naikkan kemudian ke target moderat Rp 97 triliun hingga akhir tahun," ujarnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads