"Tahun ini bisa lebih tinggi antara 33-35% sampai akhir tahun," ujar Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad saat ditemui di pameran REI Expo, JCC, Senayan, Sabtu (1/5/2010).
Muliaman menyatakan untuk mencapai pertumbuhan tersebut BI menyiapkan beberapa prioritas. Salah satunya dengan penyelesaian masalah Sumber Daya Manusia (SDM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ada agenda lain untuk mengembangkan perbankan syariah dengan mengembangkan produk syariah.
"Sekarang kan masih sederhana padahal bisa lebih kaya. Tapi ya harus dengan ketersediaan SDM. Kita bisa kembangkan secara bertahap untuk produk syariah," jelasnya.
Muliaman menyatakan, hingga saat ini terdapat 1.139 jaringan kantor perbankan syariah di seluruh Indonesia. Ada 25 unit usaha syariah yang masih bergabung dengan bank umum dan 142 Badan Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah. Pertumbuhan perbankan syarian pada 2009 mencapai 33%.
"Masih banyak permohonan-permohonan untuk membuka perbankan syariah. Oleh karena itu, ke depan masih bisa lebih tinggi," tukasnya.
Untuk aset bank syariah, BI optimis aset Bank Syariah bisa mencapai target moderat yaitu Rp 97 triliun. Menurut Pjs Direktur Perbankan Syariah BI Mulia Siregar, aset bank syariah sudah melebihi target pesimis tahun ini yaitu Rp 72 triliun.
"Per Maret ini saja sudah mencapai Rp 78 triliun, makanya kita naikkan kemudian ke target moderat Rp 97 triliun hingga akhir tahun," ujarnya.
(nia/dnl)











































