3 Calon Deputi Gubernur BI Mulai 'Bergerilya' di DPR

3 Calon Deputi Gubernur BI Mulai 'Bergerilya' di DPR

- detikFinance
Selasa, 04 Mei 2010 18:07 WIB
Jakarta - Pelaksanaan fit and proper test tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) akan dilaksanakan Rabu, 5 April besok. Ketiga calon Deputi Gubernur BI tersebut mulai 'bergerilya' merapatkan diri ke para Anggota Komisi XI DPR.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Achsanul Qasasih yang juga akan menjadi Ketua Rapat fit and proper test besok mengakui para calon Deputi Gubernur BI sudah mulai merapat. Ia mengaku dirinya dan anggota-anggota Komisi XI sudah mendapat beberapa undangan dari ketiga calon Deputi Gubernur tersebut, namun ditolak.

"(Lobi-lobi) itu sudah biasalah, dari mereka banyak yang minta pertemuan internal dengan kita termasuk saya sendiri. Sampai hari ini, ada yang mengajak ketemu, tapi saya tidak mau. Pokoknya intinya mereka banyak yang mengajak kita ketemuan," tandas Achsanul kepada detikFinance, Selasa (4/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Achsanul mengatakan, dirinya mengimbau kepada para Anggota Komisi XI untuk tidak menerima ajakan-ajakan dari ketiga calon Deputi Gubernur BI.

"Saya sendiri bilang kepada anggota lain, janganlah ketemu dengan siapapun dari mereka. Kita sendiri takut ada masalah-masalah segala macam, jadi lebih baik tidak usah ketemu," tegasnya.

Proses pemilihan Deputi Gubernur BI ini akan dilakukan besok pukul 10.00 WIB. Mekanisme fit and proper test ini akan ditentukan dalam rapat internal Komisi XI yang akan dilakukan malam ini.

"Mekanismenya mereka menyiapkan makalah dan dipresentasikan. Kemudian setelah semua selesai, maka 19.30 WIB besok ada rapat internal untuk tunjuk salah satu Deputi Gubernur, dan dibawa ke Bamus lalu dirapatkan di Paripurna," jelas Achsanul.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengirim 3 nama untuk menjadi calon Deputi Gubernur BI, yang akan menggantikan Siti Fadjrijah. Ketiga calon Deputi Gubernur itu adalah:
  • Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah
  • Direktur Riset Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo
  • Komisaris PT Bank Danamon Tbk Krisna Wijaya.
Halim Alamsyah saat ini menjabat sebagai Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI. Pria kelahiran Sungai Liat 6  Maret 1957 ini menempuh pendidikan S1 di UGM dan UII, kemudian melanjutkan Master di Boston University Amerika.

Sedangkan Perry Warjiyo memulai karir di Bank Indonesia dimulai sejak tahun 1984 sebagai staff perencanaan kredit. Sebelumnya, pria lulusan Universitas Gajah Mada jurusan akuntansi ini juga pernah bekerja di  dunia akunting sebagai akuntan publik. Pada tahun 1991, Perry memfokuskan studinya di bidang Moneter dan Keuangan dengan mengambil tingkat Master di Universitas Iowa di Amerika Serikat.

Ia juga sempat menjabat sebagai staf Gubernur Bank Indonesia dan menduduki salah satu jabatan di International Monetary Fund (IMF) menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Terakhir, Perry mengambil program Doktor (S3) bidang Ekonomi dan Moneter yang juga di Universitas Iowa.

Terkhir adalah Krisna Wijaya yang merupakan pemimpin pertama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun ia memilih mundur dari jabatan Kepala Eksekutif karena ingin mengejar target menjadi dokter di bidang mikro  banking. Krisna seharusnya masih mengemban Kepala Eksekutif LPS hingga 22 September 2009. Praktis mantan direktur BRI ini hanya bertugas selama dua tahun di LPS sejak sejak tanggal 22 September 2005 yakni saat LPS resmi beroperasi pertama kali.

Krisna juga pernah menjabat direktur Lembaga Pendidikan Perbankan Indonesia (LPPI) pada 2005 dan kepala eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (2005-2007). Saat ini dia menjabat sebagai komisaris PT Bank Danamon Tbk. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads