Aliran Modal Deras, Pemerintah Tunda Samurai Bond

Aliran Modal Deras, Pemerintah Tunda Samurai Bond

- detikFinance
Kamis, 06 Mei 2010 13:58 WIB
Jakarta - Pemerintah menunda penerbitan Samurai Bond sampai dengan Semester II-2010. Hal tersebut dikarenakan derasnya capital inflow ke dalam negeri hingga saat ini.

Demikian diungkapkan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto ketika ditemui di Gedung Menko Perekonomian, Jalan Wahidin, Jakarta, Kamis (06/05/2010).

"Samurai bond ditunda dulu kita usahakan di Semester ke - II nanti. Hal ini dikarenakan masih derasnya capital inflow," ujar Rahmat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menuturkan, jumlah penjaminan yang telah disepakati dengan pemerintah Jepang sebesar US$ 1,15 miliar.

"Untuk penerbitannya maksimal US$ 1,15 milar yang dijaminkan, namun sudah ada pembicaraan dimana skema penjaminan tersebut akan diperluas," jelas Rahmat.

Dikatakan Rahmat, pembicaraan secara informal telah dilakukan yakni membahas mengenai skema penerbitan.

"Nantinya perusahaan-perusahaan BUMN yang akan menerbitkan obligasi di Jepang akan mendapatkan investment grade-nya Jepang. Namun baru sekedar pembicaraan informal saja," ungkapnya.

Samurai Bond merupakan obligasi dalam bentuk yen yang dijamin oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC). JBIC memberi sinyal dukungan penjaminan bisa melebihi 500 miliar yen atau setara lebih dari US$ 5,5 miliar untuk semua negara.

Tujuan program penjaminan itu adalah untuk memperkuat pasar Samurai Bond yang juga diharapkan bisa memberi kesetabilan ekonomi Asia pasca krisis global.

Pemerintah Indonesia berniat menerbitkan Samurai Bond di semester II setelah tahun lalu memanfaatkan penjaminan ini sebesar 35 miliar yen (US$350 juta) dengan tenor 10 tahun dan bunga 2,73%, sedangkan Filipina telah menerbitkan 100 miliar yen.

Penerbitan itu semuanya dipakai untuk memperluas pembiayaan defisit anggaran masing-masing negara.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads