BI: Ini Bukan Krisis Babak II

BI: Ini Bukan Krisis Babak II

- detikFinance
Jumat, 07 Mei 2010 14:24 WIB
BI: Ini Bukan Krisis Babak II
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan pelemahan mata uang yang terjadi di beberapa negara saat ini bukan merupakan krisis global jilid II. Kondisi perekonomian AS dan beberapa negara Eropa sudah lebih baik, kecuali tentu saja Yunani yang sedang didera krisis utang.

"Tidak, jauh dari itu (krisis global jilid II). Karena secara fundamental ekonomi AS juga lebih baik, kemudian Eropa juga menuju lebih baik. Kecuali Yunani dan memang kemudian orang meragukan Portugal dan Spanyol," ujar Pjs Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (7/5/2010).

Mengenai kepanikan yang sempat melanda pasar finansial hari ini, Darmin menyatakan bahwa hal itu merupakan dampak dari kesalahan teknis yang terjadi di bursa AS dan juga krisis di Yunani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini fenomena global, kelihatannya ketidakpastian solusi atas krisis. Itu yang membikin panik pasar dan itu berimbas kepada pasar AS, sehingga terjadi kejatuhan ini," katanya.

"Dan agak diperparah di AS, itu ada salah entry quotasi. Waktu entry penjualan saja, memang masukan angka terlalu besar sehingga terjadi kepanikan. Itu memperparah," imbuhnya.

Bursa Wall Street pada perdagangan Kamis memang mengalami koreksi yang besar, dengan indeks Dow Jones merosot hampir 1.000 poin. Kejatuhan Wall Street langsung diikuti oleh merosotnya bursa-bursa regional pada perdagangan Jumat ini.

Menurut Darmin, pelemahan yang terjadi di pasar finansial Indonesia, termasuk melemahnya nilai tukar rupiah hingga 9.300-an per dolar AS tidak terjadi sendirian.

"Kita tidak sendirian mengalami hal ini, semua mengalaminya. Kita bukan yang terburuk walaupun bukan yang terbaik," ujarnya.

Darmin mengatakan, situasi pasar finansial seperti saat ini memang rentan sekali membuat investor lari ke dolar AS karena panik.

"Soalnya kalau dia panik, bingung, dia cari kepastian lari ke dolar. Menurut pasar, dia lari ke dolar, itu yang membuat dolar menguat sekali," katanya.

Yang bisa dilakukan BI kini adalah terus berada di pasar untuk meredam volatilitas di pasar. Menurut Darmin, BI bahkan sudah berada di pasar sejak 2 hari yang lalu.

"BI terus di pasar, sebetulnya sejak 2 hari yang lalu. Kita sudah mengikuti ini dengan sangat ketat. Kita terus menjaga jangan sampai terlalu ekstrim," jelasnya.

Darmin berharap masalah krisis di pasar finansial saat ini tidak berlangsung lama. Jika penyelesaian masalah krisis utang Yunani cepat diselesaikan, diharapkan pasar finansial bisa segera tenang.

"Kalau ditanya berapa lama, mestinya ini tidak akan lama begitu solusi untuk Yunani (tuntas)," jawab Darmin saat ditanya sampak kapan gejolak pasar akan berlangsung.
(qom/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads